JoomlaLock.com All4Share.net

Prosedur Pengaduan

MEKANISME PENGADUAN

Dalam melaksanakan kegiatan pelayanan publik, Pengadilan Agama Sibolga terkadang tidak selalu dapat memenuhi harapan masyarakat, khususnya para pencari keadilan. Bila hal ini terjadi, bisa menimbulkan ketidakpuasan dan keluhan dari masyarakat. Keluhan tersebut dapat diajukan ke Pengadilan Agama Sibolga dan Pengadilan Agama Sibolga akan berupaya untuk memberikan solusi yang terbaik.

Cara menyampaikan pengaduan ke Pengadilan Agama Sibolga

  1. Secara lisan
  1. Melalui telepon (0631) 22669. Pada saat jam kerja mulai pukul 08.00 s/d 16.300 WIB atau SMS ke Nomor 08521361386523/ 081332210131
  2. Datang langsung ke kantor Pengadilan Agama Sibolga.
  1. Secara tertulis
  1. Menyampaikan surat resmi yang ditujukan kepada Ketua Pengadilan Agama Sibolga, dengan cara diantar langsung atau dikirim melalui :
  1. Fax. (0631) 22669, atau melalui pos ke alamat kantor di Jalan Perintis Kemerdekaan No.01-22523.
  2. E-mail : Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
  3. Website Pengadilan Agama Sibolga dengan klik tautan ini : http://www.pa-sibolga.net , tersedia Form Pengaduan, atau klik disini.
  1. Pengaduan secara tertulis wajib dilengkapi fotokopi identitas dan dokumen pendukung lainnya seperti dokumen lainnya yang berkaitan dengan pengaduan yang akan disampaikan.

Penerimaan Pengaduan oleh Pengadilan Agama Sibolga

  1. Pengadilan Agama Sibolga akan menerima setiap pengaduan yang diajukan oleh masyarakat baik secara lisan maupun tertulis.
  2. Pengadilan Agama Sibolga akan memberikan penjelasan mengenai kebijakan dan prosedur penyelesaian pengaduan pada saat masyarakat mengajukan pengaduan.
  3. Pengadilan Agama Sibolga akan memberikan tanda terima, jika pengaduan diajukan secara tertulis.
  4. Pengadilan Agama Sibolga hanya akan menindaklanjuti pengaduan yang mencantumkan identitas pelapor serta bukti-bukti isi pengaduan.

 

 

Catatan :

Berdasarkan SK KMA Nomor 076/KMA/SK/VI/2009 tersebut Pengadilan Tingkat Banding sebagai voorpost Mahkamah Agung RI diberi kewenangan menangani sendiri pengaduan masyarakat yang masuk, kecuali dalam beberapa hal Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI dapat mengambil alih apabila :

  1. Telapor telah pindah tugas ke pengadilan lain yang berada di wilayah hukum di pengadilan tingkat banding yang lain.
  2. Pengaduan bersifat pending atau menarik perhatian masyarakat.
  3. Penanganan pengaduan yang dilaksanakan di pengadilan tingkat banding berlarut - larut


Pengadilan Tingkat Pertama diberikan kewenangan sebatas menerima pengaduan dan berkewajiban untuk meneruskan pengaduan tersebut kepada Pengadilan Tingkat Banding atau Mahkamah Agung dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari kerja sejak pengaduan diterima.

Penanganan pengaduan saat ini mengakomodir pula hak-hak dari para pelapor seperti hak mendapatkan perlindungan kerahasiaan identitas, mendapatkan kesempatan untuk memberikan keterangan secara bebas tanpa paksaan dari pihak manapun, mendapatkan informasi mengenai tahapan, penanganan pengaduan yang disampaikannya serta pelapor berhak mendapatkan perlakuan yang sama dan setara dengan Terlapor dalam pemeriksaan.

Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap sistem pengaduan masyarakat, Mahkamah Agung menerbitkan brosur tentang informasi layanan pengaduan masyarakat dan prosedur penyampaian laporan pengaduan yang disebarluaskan melalui Pengadilan Tingkat Pertama maupun Pengadilan Tingkat Banding.

 

Aplikasi Mahkamah Agung RI

Newsletter

ingin berita dan artikel kami yang terbaru silahkan masukkan email anda di bawah ini
Top
We use cookies to improve our website. By continuing to use this website, you are giving consent to cookies being used. More details…