• HB-Welcome
  • HB Visi
  • HB Misi
 

shadow slide1

         
iconrow prosedur iconrow laptah iconrow sipp iconrow sapm iconrow siwas
Prosedur Berperkara Jadwal Sidang SIPP SAPM SIWAS MA RI
Berita

statistik Statistik Perkara

Grafik Perkara 3 Bulan Terakhir

 

pta mdn                 link badilag                 link ma               link bawas ma

link kpn ma                 link diklat                 link dirput1                link lpse

 

MAHKAMAH AGUNG RAIH PENGHARGAAN NATIONAL PROCUREMENT AWARD 2018 DARI LKPP RI

MAHKAMAH AGUNG RAIH PENGHARGAAN NATIONAL PROCUREMENT AWARD 2018 DARI LKPP RI

Bandung-Humas: Mahkamah Agung Republik Indonesia meraih National Procurement Award 2018 pada kategori "Komitmen Penerapan Standar LPSE:2014" berdasarkan tingginya komitmen, dedikasi & implementasi e-procurement.

Pengahargaan ini diberikan langsung oleh Kepala LKPP Republik Indonesia, Dr. Agus Prabowo kepada Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia, Achmad Setyo Pudjoharsoyo,S.H.,M.Hum, pada hari Selasa 30 Oktober /2018 di Sabuga Center Institut Teknologi Bandung (ITB) Bandung.

Mahkamah Agung Republik Indonesia merupakan Lembaga/Instansi Pusat ke 7 dari 86 Lembaga/Instansi Pusat yang sudah memenuhi & menerapkan 17 Standar Pelayanan LPSE. (Humas)

 

                        PELAYANAN TERPADU SATU PINTU SEBAGAI PINTU GERBANG WILAYAH BEBAS KORUPSI 

                                                       DAN WILAYAH BIROKRASI BERSIH MELAYANI

 

PELAYANAN TERPADU SATU PINTU SEBAGAI PINTU GERBANG WILAYAH BEBAS KORUPSI DAN WILAYAH BIROKRASI BERSIH  MELAYANI

Humas, Jakarta 27 Agustus 2018.

Komitmen Mahkamah Agung Republik Indonesia untuk menciptakan suasana kondisi yang bebas dan bersih  dari perbuatan serta budaya koruptif bukan sekedar slogan belaka, tetapi tindakan nyata dan konkrit. Pelan tetapi pasti akan tercipta suasana yang bersih dari perbuatan mungkar dan menciptakan mindset sebagai pelayan dan pengadil yang haq dan benar.

Dalam berbagai kesempatan Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung dan semua pimpinan tidak henti hentinya selalu membangun mindset kepada seluruh aparatur Mahkamah Agung dalam menuju cita cita yaitu mewujudkan badan peradilan Indonesia yang agung. Membangun konstruksi bangunan badan peradilan yang agung, tentunya harus dilandasi oleh struktur fondasi yang sangat kuat dan menghujam sangat dalam di bumi hati sanubari aparatur Mahkamah Agung dan masyarakat.

Konstruksi yang dijadikan tiang pancang adalah : Menjaga kemandirian badan peradilan. Menjaga kemandirian badan peradilan merupakan salah satu prinsip utama bagi semua aparatur Mahkamah Agung dan Badan peradilan sesuai amanat UUD 1945. Semua aparatur tanpa kecuali dengan tugas dan kewenangannya masing masing harus turut menjaga independensi dari intervensi pihak lain. Tugas utama Mahkamah Agung dan Badan Peradilan adalah memberikan keadilan kepada pencari keadilan. Keadilan merupakan sesuatu yang suci dan merupakan  salah satu sifat Tuhan, maka semua aparatur dalam mewujudkan harus dengan niat , ucapan , cara dan perbuatan suci.

Memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan kepada pencari keadilan merupakan tugas mulia. Memberikan pelayanan bukan merupakan pekerjaan yang rendah, tetapi merupakan tugas dan pekerjaan yang sangat mulia. Allah swt  senantiasa memberikan pelayanan dan mengurus kepada seluruh hambanya, memberikan semua kebutuhan kepada seluruh makhluk dan alam semesta serta memberitahukan kepada umat manusia tujuan akhir yang hakiki, yaitu kembali kepada Sang Pencipta.

Dalam menuntun ke jalan yang benar dan menghindari berbagai kesesatan, Mahkamah Agung telah membuat dan memasang rambu rabu yang ditempatkan disemua tempat agar dapat dibaca dan dipatuhi, antara lain berbagai berbagai paket kebijakan berupa regulasi yaitu Peraturan Mahkamah Agung, Surat Edaran Mahkamah Agung Dan Keputusan Ketua Mahkamah Agung dan aturan lainnya. Paket  kebijakan dan yang terkini adalah tentang AKREDITASI , PELAYANAN TERPADU SATU PINTU DAN ELEKTRONIK COURT. Kebijakan tersebut merupakan petunjuk dan bentuk perhatian serta tanggung jawab Mahkamah Agung kepada negara dan masyarakat dalam menciptakan zone integritas wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi yang bersih  dan melayani.

Pimpinan merupakan salah satu unsur sangat penting dalam mengelola Mahkamah Agung dan Badan Peradilan dibawahnya. Pimpinan sangat menentukan arah , tujuan, haluan dan pengelolaan asset maupun sumberdaya manusia. Pimpinan yang baik adalah pemimpin yang amanah. Rasulullah bersabda: “Jika amanat telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi.” Ada seorang sahabat bertanya; ‘bagaimana maksud amanat disia-siakan? ‘ Nabi menjawab; “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu.”

Memilih pemimpin bukanlah pekerjaan yang mudah, tetapi memerlukan pekerjaan yang sangat sulit. Dalam  memilih dan menyeleksi calon pimpinan pengadilan, Mahkamah Agung melakukan upaya dengan mengadadakan uji kepatutan dan kelayakan  atau fit and proper tes , untuk mendapatkan pimpinan pengadilan yang amanah. Amanah adalah akhlak yang mulia di antara akhlak-akhlak Islam dan merupakan asas di antara asas-asasnya. Amanah juga merupakan kewajiban agung yang dipikul manusia ketika langit, bumi, dan gunung-gunung enggan menerimanya karena besar dan beratnya.

Akreditasi, Pelayanan terpadu satu pintu dan elektronik court merupakan  amanah yang dibebankan oleh mahkamah agung kepada pimpinan pengadilan beserta jajarannya. Setiap masyarakat  ke pengadilan untuk mendapatkan pelayanan dalam bentuk apapun wajib melalui pintu utama yang telah ditentukan. Pintu utama tersebut merupakan pintu gerbang utama yang harus dilewati masyarakat dan pencari keadilan untuk mendapatkan pelayanan dalam suasana yang cepat, aman, santun, ramah.  Setiap masyarakat dan pencari keadilan mendapatkan pelayanan yang sangat menyenangkan, saling menghormati dan saling menghargai baik dengan pelayan maupun yang dilayani. Pelayanan  disampaikan apa adanya, memberikan pelayanan dengan empatinya, maka secara tidak disadari maka dapat meningkatkan kredibilitas dan transparasi badan peradilan.

Kita harus berkomitmen dan berjanji dalam hati bahwa kita bekerja dengan empati dan sepenuh  hati. Bekerja dengan tulus dan ikhlas, pasti tidak akan pernah merugi.  Hati hati  bahwa gaji itu hanya berupa uang dan sudah jelas dari institusi. Berapapun besarnya dan  dimanapun dibelanjakan pasti tidak pernah mencukupi, kecuali kita sadar dan mensyukuri. Yaqinlah   bahwa rejeki wujudnya bervariasi dan diperoleh dari ilahi yang maha memberi karena iman, datangnyapun tidak dapat diprediksi, meskipun tidak banyak tetapi tepat pada waktunya sehingga mencukupi. Yaqinlah semakin bersih dan melayani , rejeki kita akan semakin barokah dan tinggi.

Kepala Biro Hukum dan Humas MARI.

libur sumbar

Pada libur panjang tanggal 5 Mei 2016 – 8 Mei 2016 keluarga besar Pengadilan Agama Sibolga mengadakan rekreasi ke wilayah Padang dan Sekitarnya, Wilayah Sumatera Barat. Rekreasi ini adalah kunjungan kedua keluarga besar PA Sibolga setelah tahun lalu (2015) juga telah mengunjungi Kota Bukittinggi dan sekitarnya. Rekreasi kali ini diikuti oleh Ketua PA Sibolga, Drs. Media Rinaldi, MA beserta keluarga, Wakil Ketua PA Sibolga, Mhd. Harmaini, S.Ag,SH beserta istri, beserta satu orang hakim yaitu Ahmad hidayatul Akbar, SHI, MH dan tidak ketinggalan pula Panitera PA Sibolga, Khamami, S.Ag beserta istri, dan ikut pula Sekretaris PA Sibolga, Maharani, S.Si beserta keluarga serta para pejabat struktural dan fungsional serta para honorer di PA Sibolga.

Perjalanan dari Sibolga ditempuh sekitar 12 jam waktu normal dapat ditempuh dan dijalani oleh rombongan mobil dari PA Sibolga. Total ada 8 mobil dan sekitar 45 orang dewasa dan anak-anak yang ikut berpartisipasi dalam rekreasi ini. Masing-masing mobil terisi antara 4-7 orang itu tak lupa pula membawa peralatan, bekal, dan sebagainya yang dibutuhkan masing-masing penumpang.

Mulai dari Sibolga, Pandan, Padang Sidempuan, Panyabungan, Kota Nopan di wilayah Sumatera Utara dapat ditempuh walaupun jalan-jalan di wilayah ini membutuhkan konsentrasi lebih tinggi ketika melewati jalan-jalannya. Namun memasuki wilayah Rao, kabupaten Pasaman, salah satu kecamatan yang berbatasanan langsung denga wilayah Sumatera Barat dan Sumatera Utara, jalan-jalannya mendadak mulus dan bagus. Perjalanan rombongan PA Sibolga pun tetap dilanjutkan ke tujuan utama. Melewati Panti, Kabupaten Pasaman kemudian melewati Lubuk Sikaping, hingga akhirnya Rombongan PA Sibolga pun akhirnya sampai di Kota Bukittinggi.

Kota Bukittinggi dengan ikonnya jam gadang adalah salah satu tempat wisata terbaik di Sumatera Barat bahkan Kota ini dijuluki Parijs van Sumatra (Parisnya Sumatera). Namun karena tahun lalu sudah pernah dikunjungi sehingga pada kesempatan kali ini hanya sedikit waktu disisakan mengelilingi Kota ini. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih sekitar 2 jam akhirnya rombongan PA Sibolga pun sampai di Kota Padang, Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat.

Tempat-tempat yang dikunjungi selanjutnya adalah Pasar Raya Padang, Pantai Padang, Pantai Muaro Lasak yang disana terdapat Monumen Merpati Perdamaian yang sempat juga diresmikan oleh Presiden Ri, Joko Widodo, kemudian sholat di Masjid Raya Sumatera Barat yang memiliki bentuk bangunan khas rumah Minang. Kemudian esok harinya rombongan PA Sibolga melanjutkan perjalanan ke Pantai Carocok dan Bukit Langkisau di Painan, Kabupaten Pesisir Selatan. Menikmati dua wisata berbeda yaitu bukit dan pantai akhirnya bisa ditempuh dalam sekali perjalanan.

Selanjutnya keesokan harinya rombongan PA Sibolga melanjutkan perjalanan ke Danau Singkarak dan mengunjungi Istana Pagaruyung di Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar. Istana Pagaruyung dulu adalah kerajaan yang pernah berdiri di Sumatera Barat. Di tempat itu para rombongan sangat menikmati waktu santai mereka. Ada yang berpose layaknya raja dan ratu, ada yang menghabiskan hari dengan mengabadikan dengan berfoto-foto, hingga anak-anak yang takut saat naik kuda. (AHA)

Statistik

Hari ini
Minggu Ini
Bulan Ini
TOTAL
727
2154
17188
164955

5.21%
33.47%
8.41%
1.21%
0.47%
51.22%

Alamat IP Anda: 34.234.76.59

Links

 link komdanas

link sikep

 

 

 

 

 

BannerMaker 10122018 114628